LEMBAYUNG SENJA DIPANTAI PADANG
Bulan
suci ramadhan sudah diambang pintu,semua kegiatan belajar mengajar
dihentikan selama bulan Ramadhan,tapi tentu saja mereka diberi tugas
untuk mengikuti semua kegiatan Ramadhan,Mulai dari Ceramah Subuh sampai
tarawih dan tadarus ,ini dimaksudkan agar mereka bisa menjalankan ibadah
secara penuh.
Indra baru saja melangkahkan kaki
keluar dari pintu kelasnya ketika ia melihat Dessy berlari kecil seraya
memanggilnya,wajah gadis itu tampak cerah.
" Tumben senyum senyum sendiri kayak menang lotere gitu?
" Yee....sapa juga yang menang lotere? ntar lagi bulan puasa,dosa tauuu.....!!
" Heehh? kalau gak puasa emangnya gak dosa ya? tanya Indra pura -pura bloon
" Abangku yang
ganteeennngggg.....Adikmu ini gak lagi menang lotere atau undian
lainnya..ngertii? Jawab Dessy mulai sewot menanggapi kelakar kakak
Angkatnya ini ( Kisahnya baca " LIONTIN " )
" Dooo....segitu sewotnya....Indra bertambah semangat menggoda gadis manis itu
" Udah ahh....malas banget ngomong ma
abang,mendingan Ecy pulang aja....." Gadis itu dengan kesal langsung
balik kanan,Liza yang melihat kejadian itu langsung saja mendekati Indra
" Hadeuhh....ne anak kapan insyafnya sech? masih saja gokil...
" Hehehehehe...becanda lagi Za...Jawab Indra dengan tawa
" Susul gih sana....kasihan lho
Ndra..kayaknya ada sesuatu yang mau disampaikan kekamu,ehh malah
ngeledekin adiknya.....sahut Liza seraya mendorong tubuh Indra agar
mengejar Dessy yang udah menjauh,wajah gadis itu terlihat
cemberut,godaan siswa cowok yang masih berada dipekarangan tidak
dihiraukannya,Indra yang baru menyadari hal tersebut langsung berlari
mengejar gadis itu,ia pun mencoba mensejajarkan langkahnya dengan Dessy
" Ngapain lo? tanya Dessy dengan ekspresi masih kesal
" Segitu aja kok marah sech? Abang cuma bercanda kok"
" Masa bodoh...!! Teriak gadis itu lagi
" Iya dech...Abang minta maaf.....Abang gak ada niat bikin Ecy kesal kok.....
" Kesel aja liat Kelakuan abang tuh....orang ngomong serius malah diledekin kayak orang bego gitu...
" Udah dong....abang khan udah minta
maaf...,abang hanya pengen bercanda aja,kok dimasukin ke hati sech Cy?
jawab indra seraya memegang tangan gadis itu,ia melihat dimata gadis itu
sudah basah oleh air mata.
" Ecy tu hanya mau ngasih tahu kalau
Papa ada kerjaan di kota Padang besok,jadi karena kita libur,papa ma
mama mau ngajak abang ikut sekalaian liburan kesana kesana...sahut Gadis
itu dengan lirih.
" Ohh....gitu? tapi...abang belum
bisa ngasih keputusan sech,karena abang mikirin ibu...kasihan ngeliat
ibu dagang sendirian dipasar,gak ada yang bantu....jawab Indra bingung
" Tenang aja Ndra...biar aku yang bantu ibu,kamu pergi aja....tiba tiba Liza menjawab dari belakang,
" Hmm...waduh aku jadi gak enak nyusahin kamu Za...Jawab Indra dengan surprise
" Hadeuhh...kayak baru kenal kemaren
aja? lagian aku gak ada rencana pergi kemana mana,udah pasti aku akan
suntuk kalau gak ada kerjaan dirumah,mendingan aku bantu ibu
dipasar,itung -itung cari kesibukan selama bulan puasa ntar...Liza
mencibir medengar ucapan Indra
" Hehehehe....jadi nggak enak nech....sahut Indra sambil nyengir
" Hmm....kasih vetsin biar enak....jawab liza kembali mencibir
" Thank's ya kak....Dessy langsung memeluk Liza dengan gembira.
" Sama sama Cy....jagain tuh Abangmu....biarpun ganteng,tapi katro' jawab Liza seraya melirik ke arah Indra
" Huahahahaha....pengakuan itu yang paling penting.....Indra membalas ledekan Liza sambil tertawa ngakak.
" Iyaa...ganteng,tapi.....ya itu tadi....katro' bin norak....weeekkks.....balas Liza seraya kembali mencibir kerah Indra
" Yang penting
ganteeeeeeeengggg..balas Indra lagi yang disambut tawa Dessy yang
melihat keakraban Indra dengan Liza,gadis itu melihat ada sesuatu yang
tersimpan dimata mereka,ia yakin kalau sebetulnya diantara dua insan
itu menyimpan suatu perasaan yang sama,tapi ia tidak mau mengambil
kesimpulan lebih jauh,ia takut salah menilai.
" Besok Cy jemput abang dimana? khan Ecy belum tahu rumah abang....tanya gadis itu kembali
" Hmm...jemput kesini aja,kebetulan
besok abang masih ada urusan sedikit dengan Pak Jumadi untuk menyerahkan
laporan kegiatan Pramuka siswa kelas satu kemaren....sahut Indra
" Occe dech kakak.....Ecy pulang duluan ya,tuh mama dah jemput...!! jawab gadis itu seraya berlari keparkiran.
" Iya nech...aku juga duluan ya...tuh
si Butet dah nungguin aku dari tadi...Liza pun beranjak kearah Butet
yang sudah teriak teriak diparkiran.
Indra hanya menggangguk dengan pelan
melihat dua orang gadis cantik yang disayanginya itu berlalu dari
hadapannya,sambil tersenyum Indra pun mengambil sepeda balapnya dan
mengayuhnya keluar pekarangan sekolah,pikirannya berkecamuk mengingat
apa yang pernah dialaminya,dia tidak pernah menyangka kalau dua orang
gadis cantik dan berasal dari keluarga berada malah mengisi
kehidupannya,Liza sedari SMP tidak pernah malu berteman dengannya,dan
selalu saja membantu disaat ia kesulitan dikarenakan sang ibu belum
mempunyai uang untuk membayar uang sekolahnya,malahan gadis itu juga
yang menghibur disaat semangatnya down karena ditinggal Adik satu
satunya yang terserang penyakit pneumia dan menyusul sang ayah menghadap
Sang Pencipta ke Rahmatullah.ia juga tidak memungkiri bahwa jauh
dilubuk hatinya ia sangat mencintai gadis ini,tapi ia tidak punya
keberanian untuk menyatakan perasaannya,walaupun ia tahu kalau gadis itu
juga mempunyai perasaan yang sama dengan dirinya,ia rela mengubur
cintanya kepada Liza dan hanya mengganggap Liza sebagai sahabat ( baca
SAHABAT SEJATI ),ia juga menyadari kalau gadis itu tidak bisa menerima
keputusan sepihaknya,tapi apa boleh buat,keadaan yang membuatnya
begitu,ia ingin fokus dulu kepada pendidikannya,walaupun ia tidak tahu
apakah ia akan bisa mewujudkan cita citanya.
Sedangkan Dessy,ia juga tidak pernah
menyangka kalau gadis cantik dan selalu menampakkan arogansinya itu
justru ikut mengisi kehidupannya dengan menjadi pengganti Almarhumah
adiknya.
Tapi semua itu dikarenakan sudah ditakdirkan dan menjadi kehendak Allah SWT,Indra hanya bisa mengucapkan puji syukur kepada Nya.
&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&
Malam ini adalah malam pertama Tarawih,semua umat Islam terlihat memenuhi mesjid sampai keteras,biasalah....sepuluh malam pertama mesjid pasti akan penuh tapi malam malam berikutnya akan berkurang sedikit demi sedikit...Hehehehehehehehehehe
Indra pun terlihat khusu' menjalankan
ibadah sholat tarawih dan diteruskan dengan tadarus,suaranya terdengar
merdu melantunkan ayat ayat suci Al qur'an,semua peserta tadarus merasa
terhanyut ketika ayat demi ayat Kalamullah mengalun indah menyejukkan
hati mereka,cahaya keimanan serasa memancar dari hati mereka yang selama
ini lalai dalam menjalankan kewajiban mereka terhadap Allah dikarenakan
mereka terlalui sibuk mengurusi urusan dunia,sang ibu yang mendengar
lantunan Kalamullah yang meluncur dari mulut putra kesayangannya,hanya
bisa mengucap syukur kehadirat Allah karena telah diberikan anak yang
sholeh.air matanya berlinang mengenangkan sang suami yang telah
menghadap sang khaliq,kalau seandainya saja pria yang sangat dicintainya
itu masih hidup,pastilah ia juga akan merasa sangat bangga melihat
putranya tidak pernah melupakan kewajibannya sebagai anak dan Hamba
Allah.
Tiba tiba saja wanita tua itu
dikejutkan dengan kehadiran seorang gadis disampingnya,ketika ia
menoleh,ia melihat Liza tersenyum kepada wanita ini,ternyata gadis itu
sengaja pamit kepada kedua orang tuanya untuk tarawih dimesjid dekat
rumah indra,kedua orang tuanya malah memberi izin ketika gadis itu
menyampaikan akan menginap dirumah Indra serta berniat membantu wanita
tua itu dipasar selama Indra tidak berada dirumah,walaupun tidak pantas
dipandang secara adat ketimuran,tetapi kedua orang tua itu tahu kalau
anak gadisnya bisa menjaga diri dan mereka juga yakin kalau Indra tidak
akan mungkin merusak anak gadis mereka karena mereka tahu kalau Indra
sangat menyayangi putri mereka dan itu sudah dibuktikan Indra,pemuda itu
rela mempertaruhkan nyawanya demi keselamatan jiwa putri tunggal
mereka. ( Baca kisahnya di episode SAHABAT SEJATI ).
" Tumben sholat disini Za..? Indra
bertanya ketika selesai Tadarus,ia baru menyadari kehadiran gadis itu
berjalan beriringan pulang disamping ibunya.
" Yee...khan dah dibilangin kalau aku mau bantu ibu dipasar...jawab gadis itu
" Iya sech....tapii........Indra tidak jadi melanjutkan ucapannya
" Tapi apa? aku sengaja datang malam
ini biar besok gak kesiangan bantu ibu,emang kenapa? gak boleeh? ya udah
kalau gitu aku pulang lagi nech.....sahut gadis itu merengut
" Bukan gak boleh sech,tapi apa orang tua kamu ngizinin kamu nginap dirumah pria yang bukan muhrimnya? tanya Indra kembali
" Ehh dodol.....kalau orang tua ku
gak percaya ma kamu,pastilah dulu mereka juga gak ngizinin aku pergi
liburan berdua ma kamu ke Sumatera Barat sana....justru itu yang jauh
lebih riskan karena godaan setan jauh lebih besar ketimbang
sekarang.....sahut Gadis itu lagi
Indra hanya meringis seraya menggaruk
kepalanya yang tiba tiba terasa gatal.,ia baru menyadari keadaan yang
pernah ia alami dulu bersama gadis itu.
" Katanya besok kamu mau ke padang dengan keluarganya Dessy? tiba tiba sang ibu mengajukan pertanyaan.
" Iya Bu...Indra mohon maaf karena
belum sempat ngomong dan minta izin ma ibu....sahut Indra pelan,ia
merasa bersalah karena belum minta restu kepada sang ibu,karena tanpa
restu dan Ridho sang ibu,ia tidak akan mendapatkan Ridho nya Allah
karena Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa Ridho nya Allah tergantung
Ridho nya kedua orang tuanya.
" Ibu sech mengizinkan kamui
pergi,tapi jangan melupakan kewajibanya kepada Allah,dan jaga sikap
selama bersama mereka...." sang ibu menasehati putra kesayangannya ini.
" Insya Allah Bu....Indra gak akan mengecewakan ibu dengan sikap Indra yang tidak pantas.
" Ibu percaya kalau kamu memang anak yang baik....sahut wanita itu kembali seraya membelai kepala pemuda itu.
Liza pun tidak mau kalah,gadis itu
malah merebahkan kepalanya kepangkuan wanita tua itu,seraya
tersenyum,wanita itu pun membelai kepala gadis itu,dalam hati ia berkata
alangkah indahnya kalau suatu saat Indra ditakdirkan berjodoh dengan
gadis itu,karena ia mengetahui kalau gadis itu mencintai putranya,tapi
akal sehatnya membantah perasaan itu karena status sosial gadis itu
dengan putranya bertolak belakang ibarat langit dan bumi,ia hanya bisa
berharap tapi tidak mugkin diterima oleh logika,mana mungkin orang tua
gadis itu akan merestui hubungan putranya dengan gadis itu sampai
kepelaminan.ia hanya bisa berdoa agar Allah memberikan rahmat dan
hidayahnya kepada kedua insan itu,semoga saja kelak mereka sama sama
mendapatkan jodoh yang baik buat mereka berdua.
**********************************************************************************
**********************************************************************************
Setelah menyelesaikan urusannya dengan Pak Jumadi,Indra pun melangkahkan kakinya keluar pekarangan sekolah sambil memanggul ranselnya yang berisikan beberapa potong pakaian ,ternyata Dessy dan oarng tuanya sudah menunggu diluar,ia langsung disambut Dessy dengan riang,gadis itu langsung saja menarik tangan Indra menuju mobilnya yang terparkir tidak jauh dari tempatnya berdiri.
" Selamat Pagi Om...tante....." sapa pemuda itu sambil mengangguk kearah pasangan suami istri itu
" Heehh? kok Om ma Tante sech? Protes Dessy tiba tiba
" Lalu....abang harus manggil apa dunk? tanya Indra keheranan
" Yaelahhh....Pantas aja kak Liza bilang abang tu katro'....!! kalau khan Ecy adik abang,jadi manggil papa ma mama lhaaa....." papar gadis itu.
" Iya nak....khan kamu sudah menjadi kakak putri kami,otomatis kamu juga putra kami....Nyonya Cakra menyambung ucapan putrinya yang juga diamini oleh sang suami.
" Oh...Selamat pagi Pa...Ma.....Ralat Indra kembali
" Nah...gitu dong...itu baru pintaaaaarrr....teriak Dessy gembira,gadis ini langsung menarik indra indra kedalam mobil.
"....Pa....papa aja yang bawa mobil yaa....Ecy nyantai dulu ma bang Indra....Sambung gadis itu lagi seraya memeluk sang papa dari belakang.
" Iyaa..tapi kalau papa capek....kamu yang gantiin ya....
" Occe dech....tapi ntar papa ma mama pindah kebelakang ya....sahut gadis itu
" Oke....papa ngerti kok....pasti kamu pengen Indra juga pindah kedepan kan?
Indra dan Nyonya Cakra hanya tersenyum melihat kemanjaan antara ayah dan anak itu,Indra merasa menemukan keljuarga baru yang tidak kalah dengan orang tua kandungnya,sama sama menyayanginya.
Mobil Avanza Hitam itupun meluncur meninggalkan sekolah mengarah ke jalan lintas Pekanbaru- Padang,pedagang nenas yang menjajakan hasil kebun mereka tampak berjejer sepanjang jalan menghiasi pemandangan yang mereka lalui,kontras warung warung kecil lainnya.
sambil menyetir,pak cakra kadang kadang ikut menimpali dan mengomentari percakapan antara Indra dan Ecy,sang istri juga tidak mau kalah
" Ndra....mama mau nanya,sebetulnya orang tua kamu dari mana? tanya Sang mama begitu melihat Indra kadang memberikan petunjuk kepada pak cakra arah jalan yang akan mereka lalui.
" Ohh...kedua orang Indra dari Payakumbuh Ma....Sahut Indra
" Oh ya....? Mama sebetulnya juga dari Payakumbuh....tepatnya mama dilahirkan di daerah situjuh......sahut Wanita itu dengan kaget karena tidak menyangka anak angkatnya ini pun berasal dari daerah yang sama dengannya.
" Heehh....Mama berasal dari daerah yang sama dengan Bang Indra? satu kampung dong? kok mama gak pernah cerita kalau mama dari Padang? tanya Dessy tak kalah kagetnya
" Bukan dari Padang sayang...tapi payakumbuh,masih jauh dari kota Padang,sekitar 172 KM lagi...Sahut Sang mama meralat omongan Dessy
" Pokoknya Sumatra Barat gitu lah.....Kilah gadis itu,karena sebetulnya ia tidak salah karena sepengetahuannya,dijakarta orang selalu menyebut orang Minang adalah Orang Padang,padahal belum tentu mereka dari kota Padang..
" Begitulah....mama dilahirkan didesa Situjuh dilereng Gunung sago,tapi dibesarkan dijakarta sampai mama bertemu papa,menikah dan melahirkan kamu,selama itu mama hanya pulang beberapa kali diwaktu nenek mu masih hidup,tapi setelah itu mama tidak pernah lagi menjejakkan kaki lagi ditanah kelahiran mama itu.....Sahut sang mama.
" Haaahhh? Gunung sago? Dessy langsung terpekik seraya menoleh kearah Indra,tentu saja ucapan sang mama membuat Gadis itu terhenyak,ia seperti diingatkan dengan mimpi yang dialaminya,Indra yang melihat Dessy menoleh kearahnya hanya mengangguk pelan.
" Iya....Namanya Gunung Sago...letaknya strategis iantara tiga kabupaten,yaitu kabupaten 50 kota atau Payakumbuh,Kabupaten Tanah Datar dan kabupaten Agam....Sambung sang mama,wanita ini hanya berfikir kalau Dessy kaget karena baru mendengar nama Gunung itu,wanita ini tidak pernah tahu kalau putrinya telah pernah menjejakkan kakinya dikaki gunung tersebut disaat komanya dulu..( Baca episode : LIONTIN )
"....lalu Indra sendiri,tepatnya didaerah mana? tanya wanita itu lagi seraya melirik kebelakang,
" Kedua orang tua Indra dan tempat kelahiran indra didaerah Pakan raba'a Gadut ma.... sahut Indra dengan sopan
" Oo....berarti kita sama sama berada dilereng Gunung sago dong.....?
" iya ma.....sahut Indra kembali
" Suku apa? nyonya cakra kembali bertanya
" Suku cadang kali ma....sambar dessy sambil tertawa
" Suku ditanah minang sama artinya dengan marga bagi orang Batak....sahut sang mama menanggapi kelakar anaknya
" Indra dari Suku Malayu mah....sahut Indra
" nah lho....katanya orang minang...kok jadi melayu? bukannya melayu ada di Riau? Dessy bertanya karena heran mendengar ucapan Indra
" Bukan Melayu tapi Malayu....ralat Indra
" Kok sama? mama juga suku malayu?berarti gak salah kamu memanggil mama karena memang diranah minang,derajat kamu adalah ibu mu......Wanita ini kembali bertanya dengan ekspresi wajah tak kalah kagetnya mendengar keterangan Indra.
Pak Cakra yang medengar percakapan mereka hanya diam,karena pria ini memang tidak mengetahui apa apa mengenai latar belkakang istrinya,sepengetahuannya sang istri berasal dari Ranah Minag,tapi ia tidak pernah bertanya secara detail.
Begitu memasuki daerah perbatasan,Pak cakra minta Dessy mengantikan posisinya buat menyetir tapi Indra melarang karena mulai dari perbatasan,jalan yang mereka lalui sangat Rawan dan dihiasi jurang dalam kiri kanan,
" jadi gimana dong? papa kelihatannya sudah capek tuh....sahut Dessy bingung
" Biar abang aja yang bawa sampai ketempat yang aman....karena terlalu riskan kalau kamu yang bawa....Indra mencoba memberikan jawaban
" Haahhh....bang Indra bisa nyetir? tanya gadis itu lagi,dia tidak menyangka kalau Indra yang selama ini selalu bersepeda kesekolah justru malah bisa bawa mobil,terlalu banyak kejutan kejutan yang ada didiri pemuda sederhana itu.
" Insya Allah abang bisa....sahut Indra seraya keluar dan pindah posisi kedepan stir,Dessy pun langsung pindah dan bergantin posisi dengan kedua orang tuanya.
" Sekarang ku baru ingat....disaat aku diculik Joey dan komplotannya,abang bersama teman teman yang lain kan melakukan pengejaran menggunakan mobil kak Liza,berarti tu mobil abang yang bawa? karena setahu ku,kak liza tidak pernah mau melepaskan mobilnya kepada orang yang tidak dikenal dan betul betul dipercayanya sehingga kaadang kadang ia kesekolah jarang bawa mobil sendiri tapi malah naik angkot atau pake motor bebek...satu satunya orang yang dipercayanya cuma abang...kok baru teringat sekarang ya? Gadis itu ngomong sendiri seraya mengangguk angguka kaepalanya ketika ia terringat kejadian yang pernah menimpanya dulu.
Indra hanya mengangguk kecil tanpa menjawab pertanyaan Dessy,matanya fokus kedepan,pemuda ini dengan lihainya mengendalikan kecepatan mobil sehingga tetap stabil dijalanan yang sudah mulai rawan karena kiri kanannya dihiasi jurang dalam,pak cakra yang memperhatikan cara Indra mengemudi diam diam ikut memuji kelihaian pemuda itu,caranya sangat santai dan tapi cekatan
Begitu memasuki daerah Pangkalan,tiba tiba mobil mereka didahului oleh mobil lain,yang membuat Indra kaget adalah ketika ia melihat NoPol mobil itu, Tanpa pikir panjang Indra langsung tanjap gas mengejar mobil didepannya serta berusaha memberikan sign lampu dim berulang kali,kontan saja tingkah Indra Ini membuat heran semua penghuni mobil ini,mereka tidak mengerti mengapa Indra mengejar mobil land Rover warna silver yang bernomorkan BA 5484 BA.
pengemudi mobil land rover itu malah memberikan tanda sign kanan,karena ia berpikir Indra minta jalan kepadanya,tapi Indra tetap mengikuti laju mobil itu dari belakang sampai memasuki daerah Lubuk bangku,sehingga menimbulkan kecurigaan sepemilik mobil,begitu ada area yang luas,pemilik land rover itu memutuskan menghentikan kendaraannya serta keluar dengan cepat dari mobilnya,ternyata pemilik mobil itu adalah seorang pemuda ganteng dan tegap,ia langsung mendekati mobil yang dikendarai Indra,ia penasaran mengapa mobil Avanza itu mengikutinya.
Dessy yang melihat siapa pengemudi itu langsung menghambur keluar
" Bang Rikoo......teriaknya dengan riang
" Dessy...? tanya pemuda yang tak lain adalah IPTU Pol Riko,pemuda tidak menyangka kalau ada desssy dimobil itu,Indra dan kedua orang tua Dessy ikut turun
" Anak setaaaaannnn.....teriak polisi mida itu sambil menjitak kepala Indra
" pantesan aja ada orang yang mampu menyamai kecepatanku,kareana setahuku cuma kamu yang bisa menyamaiku dengan kegilaan mu,kalau pengendara lain mana mungkin bisa mengejar mobilku dengan Avanza......Sahut polisi muda itu,ia pun memeluk Indra serta menyalami kedua orang tua Dessy.
" Kok abang ada disini? tanya Indra karena tidak menyangka akan bertemu lagi dengan kakak angkatnya itu
" Ooo...abang ditarik kembali kepadang,lagian abang juga kangen ma keluarga dipadang"
" Lalu kalian sendiri mau kemana? Iptu Riko balik bertanya
" Kami mau kepadang,karena kebetulan papa ada urusan bisnis dipadang...sahut Dessy
" Ya udah kalau gitu...kita bareangan aja......Sambut Riko seraya ,menaiki kembali mobilnya dan diikuti Indra dan keluarga Dessy dari belakang.mobil itu beriringan melaju menuju kota padang.
Begitu sampai dikota Padang,Iptu Riko membantu mencarikan Hotel buat Indra dan keluarga pak cakra yang tidak jauh dari tempat wisata pantai Padang dan jembatan Siti Nurbaya,setelah proses check in selesai,Iptu Riko pun pamit untuk pulang kerumahnya didaerah Gunung pangilun,sekitar 18 Km dari Tempat penginapan Indra dan keluarga Pak Cakra.
Setelah beristirahat cukup dan mandi,Dessy meminta Indra menemaninya berjalan jalan kearah Pantai Padang,Mereka memutuskan berjalan kaki saja karena berdasarkan keterangan roomboy Hotel,jarak Hotel tersebut dengan pantai hanya memakan waktu 5 menit dengan berjalan kaki,ternyata suasana sore dipantai itu lumayan ramai oleh pasangan muda mudi yang lagi ngabuburit sambil memandangi sunset dipantai tersebut.Indra dan Dessy memutuskan untuk berbuka puasa dipantai tersebut karena disepanjang pantai banyak terdapat warung warung kecil yang menyediakan beragam macam makanan dan minuman,sambil menunggu waktu berbuka,Dessy melangkahkan kakinya kepinggir pantai,gadis itu berjalan menyusuri pantai sambil memandangi keindahan pantai tersebut,adakalanya buih buih ombak menyentuh kaki indahnya,berpuluh mata memandangi kecantikan gadis itu,termasuk seorang pemuda yang berdiri tidak jauh dari gadis itu,begitu ia melihat Dessy cuma sendiri,pemuda itu memberanikan diri mendekati dan menyapa Dessy yang tentu saja membuat Dessy terkesima memandang wajah pemuda itu.
"Hai....boleh kenalan gak? tanya pemuda itu
" Hmm? boleh saja,tapi kamu siapa? dessy balik bertanya
" Gw Tommy....lo sendiri sapa? balas cowok itu seraya menyodorkan tangannya.
" Kamu bukan orang padang ya?
" Bukan....gw dari Jakarta,ge liburan aja kekota ne,kebetulan bonyok dari kota ini,ehh maksudnya orang tua gw dari padang......Cowok yang bernama Tommy itu meralat kata katanya
"Ooo...gitu ya?jawab dessy singkat.
" Oh ya lo sendiri sapa? and kesini sendirian?tanya pemuda itu lagi
" Ecy....kesini bareng ma abang ku...tuh disana..sahut Dessy sambil menunjuk kearah Indra yang memperhatikannya dari jauh.
" Ooo....gitu ya? selama gw disini,lo mau gak nemani gw keliling kota Padang? tanya Tommy langsung to the point karena ia tipe cowok yang gak suka bertele tele...ia sudah terlamjur suka melihat gadis ini.
Dessy hanya tersenyum melihat keberanian cowok ini,ia juga geli karena Tommy menyangka ia berasal dari Padang karena pasca koma yang dialaminya,Dessy sudah mulai menghilangkan kata2 lo dan gue dari kamus bahasa sehari harinya,apa lagi disekolah mereka biasa menggunakan kata aku,dan kamu dan sekali sekali ada juga murid yang menggunakan bahasa Minang atau bahasa Melayu,sehingga tidak salah jika Tommy salah sangka kepadanya,apa lagi Tommy mendengar Indra menggunakan bahasa Minang kepada pemilik warung disaat mengikuti Dessy kembali ke warung sekalian cowok ini berniat mengenal Dessy lebih jauh,untuk menaklukkan gadis ini otomatis ia harus menaklukkan hati Indra yang diakui Dessy sebagai abangnya.
Indra hanya tersenyum kecil sewaktu Tommy mengangsurkan tangan kedepannya mengajak bersalaman,tapi begitu Tommy mendekat,ia tidak menyadari ada seorang pria yang juga kebetulan berjalan didepannya,kontan saja tabrakan terjadi yang membuat pria itu terdorong kesamping
" Woy setan...dima mato ang...!! ( setan....mata kamu dimana? ) teriak pria itu dengan marah
" Sorry Bro...Gw gak sengaja.....sahut Tommy berusaha minta maaf
" Wa ang cari lawan? ( kau mau cari lawan ya? ) tanya pria itu sambil menarik kerah baju Tommy
" Bang...pake bahasa Indonesia dong...gw gak ngerti ente ngomong apa ...Sahut Tommy seraya berusaha melepaskan tangan pria itu dari lehernya.
" Iko yang bahaso Indonesia dek ang...( ini yang bahasa indonesia buat kau,..) teriak pria itu sambil mengarahkan timjunya yang mengena telak diwajah Tommy sehingga cowok itu terjerembab kebelakang,Dessy yang dari awal sudah mulai tertarik kepada Tommy kontan berdiri,berbekal dengan ilmu beladiri yang dimilikinya secara ghaib dari Datuk Suli dan telah disempurnakan dengan tambahan gerakan dari Indra berniat membantu Tommy dari pukulan pria yang menghajarnya,tapi dengan cepat Indra mencekal tangan Dessy seraya mengelengkan kepalanya,Indra tidak mau Dessy terlibat masalah dikota ini,apa lagi mereka baru saja tiba,disamping itu Indra ingin melihat apa yang bakan dilakukan Tommy untuk membela dirinya sendiri dari serangan lawan,cowok itu terlihat membalas pukulan lawannya,ternyata cowok itu juga mempunyai ilmu beladiri yang cukup handal,dengan berbekal sabuk coklat,cowok ini berusaha melakukan perlawananan sehingga lawannya mulai terdesak.rupanya lawannya tidak sendirian,ia mempunyai teman yang lumayan banyak,melihat lawan tommy kewalahan,serentak mereka maju menyerang dan mengeroyok Tommy,sehingga cowok ini mulai keteteran,tenaganya mulai terkuras habis menghadapi lawan yang mengeroyoknya,melihat Tommy mulai nbabak belur,Indra melepaskan tangan Dessy yang sedari tadi sudah geregetan melihat cowok yang dikaguminya babak belur,begitu tangannya terlepas,gadis ini melesat menerjang bagaikan harimau lapar,Indra yang tidak ingin gadis itu terluka juga ikut melesat mengikuti Dessy dari belakang,mereka berdua bergerak lincah menghajar semua lawan nyang ada didepan mereka,gerakan mereka meliuk liuk seperti Harimau,tetapi mengandung bahaya yang mematikan,gerakan kaki dan tangan mereka seirama mengenai lawan yang ada,tidak sampai 5 menit,semua lawan sudah brerjatuhan,dengan tertatih tatih mereka berdiri dan melarikan diri dari tempat itu karena mereka melihat orang disekitar pantai sudah mendekat ,mereka kuatir jika pengunjung dipantai itu ikut membantu ke tiga anak muda itu.
Indra membantu Tommy berdiri dan membawanya ketempat duduknya,wajah cowok itu terlihat sudah lebam.
Tommy sangat kagum melihat kedua kakak beradik itu bergerak cepat dalam menghadapi lawan2nya..dan alangkah kagetnya cowok itu ketika Indra mengatakan kalau mereka juga pendatang dikota itu,dan yang lebih mengejutkan ketika Dessy yang lagi kesal melontarkan kata 2 kepadanya
" Cekeber lo....kemampuan gak seberapa,mo ngelawan orang sebanyak itu....."
" Heehh...? Lo kok bisa bahasa gituan? tanya cowok itu penasaran
" Napa emang? gw dah biasa lagi bahasa beginian....gw anak Menteng tauu.....jawab Dessy ketus
" Mampus gw......gw pikir lo berdua anak sini,apa lagi gw dengar abang lo pake bahasa padang gitu....sahut Tommy sambil menepuk jidatnya
" Makanya belajar dong...masa lo sendiri yang keturunan padang malah gak ngerti bahasa ibu lo sendiri....sahut Dessy sok menasehati..padahal dia sendiri juga belum begitu paham bahasa minang...Heheheehehehehehe
" Iya dech....gw eh aku ngaku salah.....sahut Tommy pelan yang menyebabkan Indra dan Dessy tertawa mendengar Tommy meralat kata katanya kembali.
" Oke dech.....Berhubung dah mulai malam,kami pamit balik ke hotel,takutnya orang tua kami mengkuatirkan kami.....Indra beranjak dari kursinya yang dikuti Dessy mohon pamit
" Iya deh bang...tapi kapan kapan,aku masih boleh ketemu..........Tommy mengantung ucapannya seraya melirik kearah Dessy
Indra yang mengetahui maksud Tommy langsung menoleh kearah Dessy,ia melihat gadis itu juga melirik kearahnya,ekspresi gadis itu seolah mohon agar Indra memberikan izin agar Tommny bisa menemuinya lagi.
" Boleh...tapi dengan satu syarat...jauhi masalah karena aku benci dengan masalah.
" Terimakasih bang....sahut Tommy berbarengan dengan ucapan Dessy.
setelah tukar no telp dan handphone,merekapun berpisah,Indra dan Dessy kembali keHotel,wajah Gadis itu bersemu merah ketika Indra mengodanya dengan mengatakan Falling in love at first sight...dengan hati yang berbunga bunga,Dessy langsung memeluk kakak angkatnya ini,ia berharap malam ini bisa tidur lelap dan bermimpi indah agar besok ia bisa menghadapi mentari pagi kota padang,sedangkan Indra bersama pak cakra menuju ke sebuah mesjid yang terletak tidak jauh dari Hotel mereka menginap untuk menunaikan sholat tarawih berjamaah.
sedangkan Tommy yang pulang kerumah pamannya di daerah siteba juga merasakan sesuatu getaran indah dihatinya,ia bertekad akan berusaha mendapatkan cinta dan hati gadis cantik nan perkasa itu untuk mengisi ruang hatinya,sambil tersenyum dan bersiul,cowok itu mengendarai mobilnya tanpa menghiraukan rasa sakit akibat perkelahian barusan,terrnyata kekuatan cinta itu memang luar biasa sehingga bisa menghilangkan rasa sakit.....
tidak heran para pujangga mengatakan bahwa hidup tanpa cinta bagaikan taman tak berbunga
Dengan mengutip kata kata Prof DR Buya Hamka dalam bukunya TASAUF MODERN yang berbunyi
" Rasa sakit dan pengorbanan
sangat dibutuhkan untuk mencari arti dan hakikat cinta itu
sendiri,disebabkan karena cinta lah rasa sakit dan pengorbanan itu
menjadi terasa manis.."
Akhirul kalam.penulis mengucapkan Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.....
Sampai berjumpa kembali dikisah selanjutnya yang berjudul " MENYONGSONG MENTARI PAGI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar