Minggu, 02 Februari 2014

CINTA TIDAK SEKEDAR COKLAT

Hari-hari gini nggak sedikit remaja ngerubung mall dan toko-toko suvenir. Nggak sekadar window shopping atau cuci mata, mereka udah megang duit untuk beli kartu cinta, setangkai kembang, dan sebatang coklat. Tiga barang itu memang sudah lengket banget dengan V-Day dan tanda kasih sayang.
Sobat muda muslim sudah banyak yang nggak mikir lagi gimana sejarahnya Valentien Day apalagi soal boleh nggaknya kita-kita yang muslim ikut terjun merayakannya. Pokoknya seru, bisa berkasih sayang, bisa ekspresikan rasa cinta, dan pastinya dapat something special dari someone.
Nggak Ragu Lagi
Sudah deh, kita udah sering banget ngebahas soal sejarah V-Day itu. Banyak banget hal-hal yang datang dari luar Islam. Ada campuran mitologi bangsa Yunani dan agama Kristen. Ada dewa asmara, yang bersayap dan terbang ke mana-mana bawa panah amor (cinta). Dewa asmara ini konon ngebidik pria dan wanita biar jatuh cinta. Katanya sih!.
And so on dalam sejarahnya, V-Day juga identik dengan budaya Nasrani. Yang katanya ada pendeta bernama St. Valentine yang menikahkan secara diam-diam para pemuda dan pemudi padahal dibawah ancaman kekaisaran Romawi.
Jadi, mau apalagi? Dilihat dari sana sini V-Day itu nggak bisa dihalalkan. Kelewat banyak yang haramnya, lho! Mulai dari menyerupai orang kafir, merayakan hari raya mereka, sampai ekspresi cinta dan kasih sayang yang nggak syar’i. Allah Swt. berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti sebahagian dari orang-orang yang diberi al-Kitab, niscaya mereka akan mengem-balikan kamu menjadi orang kafir sesudah kamu beriman.” (QS. Ali Imran [3]: 100)
Bukan Sebatang Coklat
Sobat, lagian kalo dipikir, sempit banget kalo cinta itu kudu diekspresikan hanya pada hari tertentu, katakanlah pas V-Day. Berarti selama 364 hari dalam setahun kemana aja tuh cinta berlari? Bukannya cinta itu kudu tumbuh dan berkembang setiap hari? Kapan pun, seorang remaja muslim kan kudu menebar cinta dan kasih sayang pada sesama.
Yup, Islam itu agama yang ngajak umatnya untuk love and care pada sesama. Sabda Nabi shalallahu’alaihi wasallam: “Orang yang berbelas kasih akan dikasihi oleh Allah Yang Maha Pengasih, maka kasihilah penduduk bumi niscaya engkau akan dikasihi oleh penduduk langit.” (HR Abu Daud)
Jangan lupa, Allah Ta’ala itu kan zat yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Bukan dewa yang haus darah. Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan sebuah hadits yang indah: “Allah menciptakan kasih sayang dalam seratus bagian, kemudian menetapkan 99 bagian di sisi-Nya dan menurunkan satu bagian ke bumi, dari satu bagian inilah semua makhluk saling mengasihi hingga seekor kuda mengangkat kaki dari anaknya karena khawatir menginjaknya.”
Tuh, berkat cinta dan kasih sayang sampai-sampai induk hewan pun nggak meng-injak anaknya. So, pendek banget kalo cinta cuma diekspresikan dalam sebatang coklat, atau kartu cinta, apalagi boneka Teddy Bear.
Malah seringkali terjadi kasih sayang yang nggak pas. Contohnya begini, ada remaja yang bisa menyatakan cinta pada seseorang, tapi nggak pernah bilang sayang sama ortu. Bisa ngasih coklat pada doinya, tapi nggak pernah ngasih sesuatu yang istimewa untuk bundanya. Siap anter-jemput si dia setiap saat (persis tukang ojek), tapi pasang muka bete kalo disuruh nemenin ibu ke pasar.
Sobat, jangan berani bilang cinta dan kasih sayang sebelum kamu-kamu bener-bener cinta pada Allah, RasulNya dan Jihad fi sabilillah. Pasalnya, tiga perkara itu yang kudu dicintai bener-bener sebelum cinta kepada yang laen. Yang tak kalah pentingnya yakni cinta kepada ortu. Tentang cinta pada ortu pernah ditanyakan oleh seseorang pada Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam: “Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang lebih berhak aku layani dengan baik?” Rasulullah saw. menjawab, “Ibumu” (Rasulullah mengulangnya tiga kali) lalu menjawab “kemudian ayahmu.” (HR Bukhari)
Sobat, cinta itu lebih luas dari sebatang coklat, lebih indah dari selembar kartu Valentine, apalagi disamakan dengan boneka. Cinta itu kudu dibarengi dengan pengorbanan, dan pengorbanan yang paling utama adalah tunduk pada perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Orang yang berani tunduk pada Allah Ta’ala berarti dia bakal siap berkasih sayang dengan sepenuh hati dan pastinya bertanggung jawab.
Tapi orang yang nggak mau cinta pada Allah Ta’ala, nggak ada jaminan tuh orang bakal bertanggung jawab. Lha, Allah aja udah dia khianati apalagi yang laen? Tul, nggak? Apalagi sewaktu pacaran udah minta macem-macem; peluk, cium, eh minta hubungan layaknya suami-istri lagi. Wah, tendang aja kalo ada cowok or cewek yang kayak begitu.
So, jangan blinded by love deh. Buta karena cinta. Ati-ati dan waspada!
Penjajahan Barat dan Kapitalisme
Disadari atau tidak, aneka perayaan V-Day yang marak pada setiap tanggal 14 Febuari, sebenarnya adalah produk penjajahan Barat dan Kapitalisme. Barat bukan aja berhasil ngejajah umat muslim secara politik dan ekonomi, tapi juga secara budaya. Buktinya, apa yang lagi tren di Barat selalu di-copy dan di-paste sama anak-anak muslim. Termasuk V-Day ini, padahal banyak yang tidak tahu akar sejarahnya dan juga hukumnya dalam pandangan Islam. Malah, di beberapa kota di tanah air, mulai disemarakkan juga pesta Halloween oleh kalangan muda.
Efek yang lebih parah dari penjajahan budaya ini adalah rusaknya moral bahkan akidah umat Islam. Di kalangan muda, pacaran udah dianggap “rukun”-nya jadi anak muda. Bukan sekadar pacaran, tapi aktivitas dalam pacaran yang mendekati zina juga udah dianggap lumrah. Wah ini sudah kelewat batas!
Kapitalisme Barat juga menyusupkan penjajahan ekonominya lewat budaya. Para pengusaha diuntungkan berat lho dengan adanya V-Day. Aneka produk yang terkait dengan V-Day laris manis; coklat, kartu ucapan, boneka-boneka, sampai hotel-hotel. Jadi sebetulnya siapa yang diuntungkan? Pastinya para pengusaha.
Sobat, udah waktunya deh buka perasaan dan pikiran, bahwa ada agenda terselubung yang berbahaya di balik selebrasi V-Day. Bahwa hari berkasih sayang udah dimanipulasi sedemikian canggihnya oleh kaum imperialis untuk memperdaya anak-anak muslim nan lugu. Para remaja dan pemuda muslim yang awam dari agamanya, terus dimanjakan dengan perayaan-perayaan seperti ini.
Bukan sekadar keyakinan, tapi moralnya juga ikut dibombardir oleh budaya liberal Barat, yakni pergaulan bebas. Kasih sayang yang sebenarnya karunia Allah dinodai dengan aktivitas pacaran sampai hubungan bebas yang kebablasan. Di negara-negara Barat, perayaan V-Day memang nggak lepas dari seks pranikah. Maka di Inggris, pekan Valentine dijadikan bagian dari kampanye penggunaan alat kontrasepsi; kondom. Karena begitu tingginya aktivitas seks pranikah (baca: zina) pada saat itu. Tapi supaya tetep terkesan romantis, di’bungkus’lah oleh coklat dan setangkai mawar.
Sobat, nyadar dong, bahwa kita tuh sudah kelamaan dijajah oleh musuh-musuh Islam. Benteng kita udah dijebol luar dan dalam. Saatnya bangkit melawan penjajahan budaya Barat. Ngaji deh yang semangat. Pelajari Islam dengan seksama, yakini bahwa Islam itu sistem kehidupan yang benar, ideologi yang keren dan nggak ada yang sekeren Islam. Buktikan kalo ada yang lain. Sebab, kata Nabi.: “Islam itu tinggi dan tak ada yang setinggi Islam.”
Apa yang dikerjakan oleh banyak orang belum tentu kebenaran. Karena kebenaran tidak ditampakkan oleh banyaknya pengikut, tapi sumber kedatangannya. Meski sekarang orang yang menentang V-Day dan memper-juangkan syariat Islam nggak sebanyak kalangan pro Barat, tapi kebenaran itu ada pada mereka. Karena kebenaran itu datang dari Allah (al-Quran) dan RasulNya (as-Sunnah). Kalo nggak percaya pada Allah Ta’ala dan RasulNya, lalu percaya pada siapa lagi, dong? Sungguh terlalu!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar