Segala puji bagi Allah Robbul’Alamin, yang berfirman di dalam
kitab-Nya: “Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan pakaian
untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian
taqwa itulah yang baik. Yang demikian itu adalah sebagian dari
tanda-tanda kekuasaaan Allah ta’ala, mudah-mudahan mereka selalu ingat“ (
Al-A’raf : 26 )
Telah nampak tanda-tanda akhir suatu zaman, hari kiamat kian dekat.
Kita lihat di sekeliling kita, betapa banyak wanita muslimah
berlalu-lalang di jalan-jalan tanpa rasa malu sedikitpun menanggalkan
pakaian identitasnya. Amatlah sulit dibedakan antara wanita muslimah dan
wanita kafirah. Mereka baru diketahui identitasnya setelah dibuka
KTPnya. Na’udzubillahimin dzaalik !
Kita diingatkan sabda Rosululloh shalallahu’alaihi wasallam :
“Pada akhir ummatku nanti akan ada wanita-wanita yang berpakaian namun
(hakekatnya) telanjang. Di atas kepala mereka seperti terdapat bongkol (
punuk ) unta. Kutuklah mereka karena sebenarnya mereka itu adalah kaum
wanita yang terkutuk“. Di dalam hadist lain terdapat tambahan: “Mereka
tidak akan masuk syurga dan juga tidak akan memperoleh baunya syurga,
padahal baunya jannah itu dapat dicium dari perjalanan ( jarak ) sekian
dan sekian “ (HR. At-Thabrani) dalam “Al-Mu’jam As-Shagir” hal 232 dari
hadist Ibnu Amru dengan sanad shahih.
Ibnul Abdil Barr berkata : “ Yang dimaksud Nabi Salallahu’alaihi
wasallam adalah kaum wanita yang mengenakan pakaian yang tipis, yang
dapat mensifati ( menggambarkan ) bentuk tubuhnya dan tidak dapat
menutup atau menyembunyikannya. Mereka itu tetap berpakaian namanya,
akan tetapi pada hakekatnya telanjang”.
Dalam kitab protokolat yahudi yang disampaikan oleh seorang tokoh
misionaris yahudi yang terkenal yaitu Samuel Zweber, dia mengatakan :
“Kita tidak bisa mengeluarkan umat Islam dari agamanya untuk berpindah
agama lain, akan tetapi yang akan kita lakukan adalah menjauhkan umat
Islam dari ajaran agamanya, sehingga yang ada nantinya adalah
generasi-generasi yang jauh dan bodoh terhadap ajaran Islam, umat Islam
yang asing dengan Islam itu sendiri, sehingga nantinya mereka justru
bangga dengan pola pikir budaya barat dan bertingkah laku seperti
orang-orang barat.”
Apa yang disampaikan oleh tokoh misionaris tadi ternyata sekarang mulai
kita lihat dan rasakan. Kaum muslimah dijadikan sasaran musuh-musuh
Allah ta’ala. Apalagi ditambah propaganda dari mass media, baik itu
berupa media cetak maupun media elektronik. Dan itulah ujian bagi kaum
muslimah sekarang.
Maka adalah mustahil apabila sebuah keluarga menginginkan untuk
mencetak putra-putrinya menjadi generasi-generasi yang sholeh dan
sholehah, apabila dirumah masih terdapat televisi, sebab televisi itu
bukanlah sarana pendidikan, akan tetapi televisi adalah sarana
pembodohan!
Televisi mengajarkan untuk berpakaian jahiliyah, televisi mencontohkan
adab-adab dan perilaku seperti orang barat, cara makan, cara berbicara,
cara duduk, cara tertawa sampai pada cara pola pikir yang jahiliyah.
Sinetron televisi hanya mengajarkan kepada seorang muslimah atau seorang
istri untuk pintar cerewet dan pintar ngeyel pada suami.
Maka ujian kaum muslimah sekarang ini adalah ujian yang sangat berat.
Karena ditangan para muslimahlah generasi-generasi umat Islam akan
dididik. Ingat sebuah sya’ir arab: “ Al ummu madrasatun “. Ibu adalah
madrasah ( sekolah ) pertama bagi putra-putrinya. Bagaimana seorang ibu
dapat mendidik putra-putrinya dengan baik kalau dirinya sendiri masih
berpakaian jahiliyah, telanjang, dilaknat Allah ta’ala dan RosulNya ?!
Pakaian muslimah sekarang kebanyakan adalah pakaian jahiliyah, dilaknat
Allah ta’ala dan RosulNya. Berpakaian tapi telanjang. Kainnya sangat
tipis …… dan ketat. Bahkan jika tertiup anginpun dapat
terbang. Ukurannya lebih pantas untuk dipakaikan kepada anak kecil.
Padahal kalau ditinjau dari segi kesehatan, pakaian yang seperti itu
justru mengganggu jalannya peredaran darah, untuk bergerakpun sulit.
Apalagi memakai celana jeans ketat, atasnya memakai kaos lengan panjang
ketat, tipis transparan tampak lekuk tubuh dan warna kulitnya. Mereka
itulah para wanita yang digambarkan oleh Rosululloh Salallahu ‘alaihi
wasalam, tidak akan mencium baunya syurga, padahal baunya syurga itu
dapat dicium pada jarak sekian dan sekian. Dan mereka itulah para wanita
yang dilaknat oleh Allah ta’ala dan RosulNya. Tidak akan bisa merasakan
nikmatnya syurga ( jannah ) yang telah dijanjikan Allah ta’ala.
Mereka muslimah, saudara kita. Tapi mereka enggan dan malu untuk
menampakkan identitasnya sebagai seorang muslimah. Enggan dan malu untuk
berakhlaq sebagai seorang muslimah. Kita lihat disekeliling kita,
muslimah-muslimah, mulai dari yang barui menginjak remaja sampai
ibu-ibu, mereka berpakaian, tapi mereka lebih suka dan lebih bangga
memakai pakaian jahiliyah, mereka lebih suka dan lebih bangga
menampakkan gaya seperti orang-orang barat, orang-orang kafir.
Islam tidak menafikkan keindahan, akan tetapi keindahan itu harus sesuai dengan syari’at Islam.
Wanita didalam pandangan Islam adalah mulia. Dia adalah aurat yang wajib
untuk ditutupi ketika berada diluar rumah. Tidak pantas baginya untuk
bertabarruj, tidak layak kecantikan dan keindahannya dipamerkan dan
dijual murah untuk dinikmati semua orang. Karena seorang muslimah adalah
wanita mulia, dia tidaklah sama dengan wanita kafirah atau musyrikin
yang rendah, hina lagi dilaknat Allah ta’ala.
Islam telah memerintahkan kepada para muslimah untuk berpakaian seperti
yang diperintahkan Allah ta’ala didalam surat An-nuur : 31 : “
Katakanlah kepada wanita yang beriman : “ Hendaklah mereka menahan
pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka, dan janganlah mereka
menampakkan perhiasan mereka kecuali yang ( biasa ) nampak dari mereka.
Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedada mereka, dan janganlah
menampakkan perhiasan mereka, kecuali kepada suami mereka, atau ayah
mereka, atau ayah suami mereka atau putera-putera mereka, atau
putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara mereka…” Dan juga Allah
ta’ala perintahkan dalam surat Al Ahzab : 59 “ Hai nabi katakanlah
kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang
mukmin: “ Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka.
“ Yang demikian itu supaya mereka lebih dikenal, karena itu mereka
tidak diganggu. Dan Allah ta’ala adalah Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang. ”
Tidak ada ajaran didalam agama manapun yang mampu menjaga kehormatan seorang wanita, selain didalam ajaran Islam.
“ Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah ta’ala dan seruan
RosulNya apabila Rosul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan
kepada kamu, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah ta’ala membatasi
antara manusia dan hatinya, dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan
dikumpulkan “ ( Al-Anfal : 24 ).
Wallahu ta’ala a’lamu bisshowab
Tidak ada komentar:
Posting Komentar