Sobat gaulislam, lagi-lagi remaja jadi sorotan. Bukan hanya masalah
pergaulan bebas, sederet kenakalan lainnya turut mewarnai kehidupan
remaja. Dalam hal penyalahgunaan narkoba, menurut penelitian Badan
Narkotika Nasional (BNN) menemukan bahwa 50 – 60 persen pengguna narkoba
Indonesia adalah pelajar dan mahasiswa. Begitu juga dengan tawuran,
pada tahun 2011 aja, ada 339 kasus tawuran yang menyebabkan 82 anak
meninggal dunia. Sedih banget, ya?
Nah, bentuk penyimpangan lain yang dilakukan remaja adalah aborsi dan
prostitusi. Baru-baru ini di Kabupaten Ponorogo Jatim ditemukan sekitar
200 ABG, berstatus pelajar dan mahasiswi, meramaikan prostitusi. Ini
mementahkan anggapan, kalo dunia prostitusi didominasi wanita dewasa,
lho. Bahkan menurut temuan PMI setempat, 4 orang di antaranya udah
positif mengidap HIV/AIDS.
Mirisnya, kebanyakan dari mereka mengaku terjun ke dunia prostitusi
akibat disakiti cowok seperti pacar maupun teman akrab, lalu mereka
melampiaskan dengan cara balas dendam. Terus, ingin memiliki penampilan
mewah seperti punya motor terbaru, mobil hingga telepon seluler terbaru
atau terkini. Terakhir, pengen cari nafkah tambahan.
Kasus serupa juga terjadi di Surabaya. Seorang siswi SMP menjadi
mucikari yang menjual sekitar 15 orang teman sebayanya untuk ditawarkan
ke om-om hidung belang (kayak kucing aja ya, hidung belang hehehe..).
Tragisnya, pihak kepolisian menjelaskan kalo prostitusi ini dilakukan
secara mandiri dan professional oleh ABG tersebut. Istighfar, Sob!
Taat itu wajib
Bro en Sis rahimakumullah, pembaca setia gaulislam. Islam punya
konsep tentang pembebanan hukum. Saat kita udah baligh, yang pada
laki-laki ditandai dengan bermimpi (al-ihtilam) dan perempuan ditandai dengan haid, maka saat itulah kita udah terkena taklif atau beban hukum. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Pena diangkat dari tiga orang: orang yang tidur sampai ia bangun, anak kecil sampai ia dewasa dan orang gila sampai ia sadar” (HR Tirmidzi, No. 1423)
Artinya, kalau udah mencapai masa baligh, kalo kita nggak mau terikat
dengan hukum Allah, maka kita berdosa. Sebaliknya kalau aturan Allah
selalu kita jadikan problem solver alias pemecah masalah, maka
kita akan dapat pahala. Nah, usia berapa tuh seseorang dikatakan udah
baligh? Tergantung, tiap orang nggak sama. Tapi menurut para ulama,
umumnya terjadi atau dimulai sekitar usia 12 – 14 tahun.
Oya, perbuatan-perbuatan seperti pacaran, seks bebas, narkoba dan
tawuran adalah perbuatan maksiat yang tentu aja pelakunya mendapatkan
dosa. Pelaku dosa ini kelak akan mendapatkan siksa yang luar biasa pedih
di akhirat. Kalo di antara temen-temen ada yang sempat terjerumus dalam
maksiat, hayu, buruan tobat! Ingat lho, ada dua sifat Allah yang sering
banget diulang dalam al-Quran, yakni Maha Pengasih dan Maha Penyayang.
Allah itu bener-bener sayang ama hamba-Nya sampai-sampai nggak langsung
menghukum atas dosa-dosa hambaNya itu, Allah Ta’ala berfirman, “Jikalau
Allah menghukum manusia karena kezalimannya, niscaya tidak akan
ditinggalkan-Nya di muka bumi sesuatu pun dari makhluk yang melata,
tetapi Allah menangguhkan mereka sampai kepada waktu yang ditentukan.
Maka apabila telah tiba waktu (yang ditentukan) bagi mereka, tidaklah
mereka dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak (pula)
mendahulukannya.” (QS an-Nahl [16]: 61)
Dengan menangguhkan hukuman, Dia memberi waktu kepada orang yang
berbuat salah untuk memohon ampun dan bertobat. Nggak peduli betapa
besar dosa yang ia lakukan, ia selalu mendapat kesempatan untuk
dimaafkan jika bertobat dan berbuat kebaikan. Tobat juga berarti
permohonan dukungan dan kekuatan dari Allah untuk membantu orang yang
bersalah agar nggak mengulangi perbuatan salah yang sama. Artinya, kita
kudu ngingetin temen yang belum terjebak maksiat ato yang udah terlanjur
maksiat untuk menjauhi larangan-larangan Allah en terikat dalam
aturannya. Karena, bentuk tobat yang diterima Allah itu adalah yang
diikuti dengan perbuatan-perbuatan baik.
Jaga akidah dengan dakwah
Bro en Sis rahikumullah, pembaca setia gaulislam. So, buat kamu-kamu
yang selama ini udah berusaha keras menjaga akidah meski badai
menghadang, hujan topan melanda, saya kasih acungan tiga jempol deh (ama
jempol kaki. Tapi maaf, satu jempol lagi masih dipake buat garuk-garuk
hehehe..). Itu sebabnya, seorang anak muda yang beriman itu lebih utama
dibandingkan orang berusia tua yang beriman. Ciri-ciri orang beriman
seperti yang ada dalam firman Allah yang artinya, “Sesungguhnya
orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang jika disebut nama Allah
gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka
ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhanlah
mereka bertawakkal, (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang
menafkahkan sebagian dari rizki yang kami berikan kepada mereka. Itulah
orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya.” (QS al-Anfal [8]: 2-4)
Orang beriman itu adalah orang yang lembut hatinya dan takut kepada
Allah Ta’ala ketika nama-Nya disebut. Keyakinan mereka bertambah dengan
mendengar ayat-ayat Allah. Mereka nggak berharap kepada selain-Nya, juga
nggak meminta hajat kecuali kepada-Nya. Buat mereka ini, Allah
menjanjikan derajat yang tinggi di sisi-Nya dan memperoleh pahala dan
ampunan-Nya. Subhanallah. Ayo, Bro en Sis, terus istiqomah ya. Teruslah mencari keridhoan Allah. Ya, Islam adalah pilihan yang benar.
Sobat pencinta gaulislam, Islam bukanlah keyakinan yang
individualistik. Kaum muslimin memiliki tugas untuk menyebarkan ajaran
Islam. Islam mengajarkan bahwa setiap muslim itu memiliki andil untuk
berdakwah. Tidak terkecuali para remaja dong. Temen-temen harus punya
tekad untuk ngajak temen-temen lainnya untuk dekat dengan Allah. Selain
terus meningkatkan ketakwaan diri, kita kudu dakwah. Allah senantiasa
memuji orang yang berdakwah dan mengajarkan kebaikan pada manusia.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Sesungguhnya para
malaikat, serta semua penduduk langit-langit dan bumi, sampai
semut-semut di sarangnya, mereka semua bershalawat (mendoakan dan
memintakan ampun) atas orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia” (HR Tirmidzi, No. 2685, shahih)
Nggak sedikit lho, remaja yang menganggap bahwa Islam itu kuno dan jadul (old fashioned).
Maka kamu harus membuktikan bahwa asumsi mereka adalah salah besar.
Tunjukkan kepada mereka bahwa Islam adalah agama yang relevan dan up to date,
untuk kapan pun dan di mana pun. Tunjukkan juga, bahwa Islam adalah
sesuatu yang realistis. Seperti tentang hubungan dengan Allah, tunjukkan
kepada mereka bahwa setiap muslim bisa dekat dengan Allah; di mana saja
dan kapan saja. Pokoknya, Islam is the best deh!
Sang pencinta kebenaran Islam
Sobat gaulislam, perlu dicatat bahwa Islam telah terbukti mampu
melahirkan pemuda cemerlang. Generasi yang selalu mencintai kebenaran
Islam sepenuh hati. Sebut saja Imam Syafi’i. Sejak anak-anak beliau
banyak mengisi waktu dengan belajar bahasa Arab menghafal al-Quran,
sehingga pada usia tujuh tahun telah menghafal al-Quran seluruhnya.
Nggak cuma itu, beliau juga mempelajari fiqih. Hingga saat berusia
dua puluh tahun, beliau sudah memiliki kedudukan yang tinggi di kalangan
ulama di jamannya dalam berfatwa dan berbagai ilmu yang berkisar pada
al-Quran dan as-Sunnah. Beliau juga sering bepergian menuju
negeri-negeri Islam seperti Yaman demi menyerap ilmu dari para ulama.
Begitulah Imam Syafi’i yang namanya sangat popular dalam bidang ushul
fiqih.
Ada juga Ibnu Taimiyah sang pembela tiap jengkal tanah umat Islam
dari kedzaliman musuh dengan pedangnya, seperti halnya beliau adalah
pembela aqidah umat dengan lidah dan penanya. Semenjak kecil udah nampak
tanda-tanda kecerdasan pada diri beliau. Begitu tiba di Damsyik beliau
segera menghafalkan al-Quran dan mencari berbagai cabang ilmu pada para
ulama dan ahli-ahli hadits negeri itu.
Kecerdasan serta kekuatan otaknya membuat para tokoh ulama tersebut
tercengang. Ketika umur beliau belum mencapai belasan tahun, beliau udah
menguasai ilmu ushuluddin dan mendalami bidang-bidang tafsir, hadits
dan bahasa Arab. Pada umurnya yang ke tujuh belas beliau udah siap
mengajar dan berfatwa. Amat menonjol dalam bidang tafsir, ilmu ushul dan
semua ilmu-ilmu lain, baik pokok-pokoknya maupun cabang-cabangnya.
Beliau detail dan teliti.
Saat tentara Tartar menyerang Syam dan sekitarnya, dengan berani Ibnu
Taimiyah berteriak memberikan komando kepada umat Islam untuk bangkit
melawan. Akhirnya dengan izin Allah Ta’ala, pasukan Tartar berhasil
dihancurkan, maka selamatlah negeri Syam, Palestina, Mesir dan Hijaz.
Demikian pula Imam Ahmad bin Hambal. Beliau adalah salah satu imam
dari empat mazhab yang menghapal al-Quran pada usia 15 tahun dan mulai
belajar hadits di usia yang sama. Hadits yang dihapal beliau adalah satu
juta hadits dan banyak ulama memuji kecerdasan dan akhlaknya. Terkenal
berkepribadian pemalu, santun, sangat menghargai guru dan banyak
berfikir. Imam Syafi’i sangat mengaguminya hingga memberikan beliau
gelar imam dalam delapan hal. Delapan imam itu adalah imam dalam hadits,
imam dalam fiqih, imam dalam bahasa, imam dalam al-Quran, imam dalam
kefaqiran, imam dalam kezuhudan, imam dalam wara’ dan imam dalam sunnah.
Nah, sobat gaulislam, gimana? Mau nggak unggul seperti mereka? Mau!
Caranya, yaitu dengan selalu mencintai kebenaran seperti mereka. Ini
tentu aja nggak bisa dengan jalan pintas. Kudu punya kemauan yang kuat
untuk menjadikan Islam sebagai tujuan hidup. Dengan kata lain, jadikan
kepribadianmu pribadi Islami dengan terus belajar, mengkaji Islam dan
bergaul dengan orang-orang shalih. Jangan lupa, terus baca gaulislam
yang insya Allah selalu siap menemanimu untuk terus mencintai kebenaran.
Ayo, jadi sang pencinta kebenaran!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar