DATA SEJARAH TENTANG MINANGKABAU
Pada abad ke-7 telah kelihatan kerajaan " SAN FO TS'I" dan " CHEL LI
FOCHE" (menurut catatan tiongkok),dibaca kedalam Bahasa Indonesia "
TEMBESI" ( Di Jambi ) dan SRIWIJAYA
Nama San fo ts'i adalah anak sungai yang bermuara ke Batang Hari ( Muaro
Tembeso ) yang membentuk simpang tiga ( Bahasa Cina: San = tiga,Fo ts'i
= Simpang atau cabang )
Batang Hari berhulu sebahagian besar didanau diatas dan sebahagian lagi
ke Sungai Deras,suatu negeri dekat perbatasan Solok dengan Kabupaten
Sawahlunto-Sijunjung ( Catatan: Bukan Sungai Dareh ).
Sungai Dareh,subuah kota dimasa kerajaan Minangkabau silam sebagai pusat
kerajaan dan perdagangan ditepi Batang Hari,disungai dareh ini pula
terdapat Pulau Punjung,karena dulunya sebuah Delta yang merupakan sebuah
Pulau,Punjung berasal dari kata "PUJOU" yang artinya PUJA,Disisnilah
dulunya tempat pemujaan atau pusat persembahan,Maksudnya tempat
bersemayam DAPUNTA HYANG yang berasal dari Gunung Merapi.
Pulau atau sebuah Delta yang berada ditangan sungai ( Batang Hari
),suatu tempat persemayaman yang segar,karena tempat itu seakan akan
membentuk pertemuan dua buah sungai,terjadinya dua cabang sungai itu
disebabkan oleh pulau tersebut,walaupun pada pangkalnya sungai itu satu
juga,suatu tempat yang indah sekali pemandangannya menghadap kebarat
laut,tempat berdirinya Gunung Merapi dengan megah,persamaan tempat
identik dengan tempat pemberangkatan,yaitu Minanga tamwan atau minanga
kabwa ( Istilah: Prof.Purbacaraka).
Dalam hal ini terdapat perbedaan historiografi yang pernah dinyatakan
pada ahli sejarah,pusat kerajaan itu bukan disekitar sungai Kampar-kanan
dan sungai kampar kiri ( Muara takus ),melainkan dipulau punjung/sungai
dareh,karena disinilah sebahagian rombongan dari gunung Merapi
diistirahatkan untuk membuat sebuah negara/kerajaan,sebagaimana yang
dinyatakan dalam prasasti Kedukan Bukit,Muara sungai kampar hanyalah
merupakan tempat pemberangkatan perjalanan suci sekembali dari
Parhyangan ( Gunung Merapi ).
Namun penamaan negara/kerajaan yang sudah didirikan itu terambil dari "
MINANGA KABWA" ( Tempat pemberangkatan identik dengan tempat
peristirahatan yang menjadi tujuan perjalanan suci )
Perkataan CHEL LI FOCHE dibaca dalam Bahasa Indonesia adalah
SRIWIJAYA,perkataan itu bukanlah nama kerajaan,tetapi sesuatu pernyataan
dari Dapunta Hyang yang terputus disebabkan aksara dalam prasasti
kedukan Bukit itu tidak terbaca atau hilang.Dalam bahasa sanskrit
/sanksekerta terdiri dari kata: Csri = cemerlang,Wijaya = kemegahan)
maksudnya kemegahan yang cemerlang.
adapun isi prasasti kedukan Bukit terdiri dari 10 baris kalimat yaitu:
- Swasti Csri csakawarsatita 605 ckadaesi csu ( selamat sejahtera tahun saka telah berjalan 605 tanggal 11)
- Klapaksa wulan walan waicsaka Dapunta hya nayik di ( Setengah terang bulan waisaka,yang dipertuan Hyang naik di )
- Samwan manalap siddhayatra di saptami csuklapaksa. ( Perahu mengambil perjalanan suci,pada tanggal 7 paro terang )
- Wulan Jyestha Dapunta Hyan marlapas dari minanga ( Bulan Jyestha Yang dipertuan hyang berangkat dari Minanga )
- Tamwan mamawa yan wala dua laksa danan kocsa ( Tamwan membawa tentara dua laksa dengan peti.)
- Dua ratus cara di samwan danan jalan sariwu ( Dua ratus mata mata diperahu dengan jalan darat seribu )
- Tlu ratus sapuluh wanyaknya datan dimata yap ( Tiga ratus dua belas banyaknya,datang dimata yap )
- sukhacitta dipanjcami csuklapaksa wulan ( Bersuka cita pada tanggal 5 bulan )
- Langhummudita datan marautwanu..........# tulisan terputus karena hilang ( Dengan mudah dan senang datang membuat negara........................)
- .....................csriwijaya jaya siddhayatra subhika.............# kata terputus ( .......Sriwijaya / kemegahan yang cemerlang dengan menang dari perjalanan suci,kemakmuran.............)
Berhubung dengan perkataan sriwijaya yang diucapkan Dapunta Hyang di
Minanga kabwa ( Pulau Punjung/Sungai dareh) maka ditinjau dari dari
sudut sosiologi-publistik,bentuk pernyataan ini disebut sebagai "
Vertical communication",berarti sumber pernyataan ini adalah dari pusat
negara/kerajaan yang baru didirikan yaitu dipulau punjung/Sungai
Dareh,walaupun kenyataannya bukti-bukti pernyataan itu terletak di
daerah Kedukan Bukit-Palembang,tidak berarti Sriwijaya itu
dipalembang,jika ditafsirkan tempat.
dari sudut Publistik dapat dibuktikan bahwa publikasi dapat saja
tersebar dimana mana,contohnya terdapat tugu-tugu peringatan kemerdekaan
indonesia ( Proklamasi ) tersebar diseluruh pelosok Nusantara dewasa
ini,Proklamasi dinyatakan di Jakarta,tetapi prasastinya dapat dijumpai
dimana saja,Sayang,dalam teknik publikasi di abad ke 7 itu tidak sejelas
yang dialami sekarang,pada umumnya teknik publikasi dimasa lampau
bersifat anonim,baik itu nama penulis,penanggalan maupun tidak pernah
disebut sebut.
penyusunan Historiografi berdasarkan laporan laporan Fa Hien ( 412
),maupun I Tsing ( 685-695 ) yang tidak menyebut nama dan pusat kerajaan
secara pasti menimbulkan interprestasi yang berbeda beda terhadap
dokumen sejarah.
Berdasarkan dokumen dokumen seperti Tambo dan Kaba yang masih tersebar
di Sumatera Barat diperoleh juga keterangan,bahwa Pucuk Jambi Sembilan
Lurah
Suatu hal yang mengesankan bahwa Raja Minangkabau dinyatakan sebagai "
Raja di negeri Asli" dan dianggap sebagai " Raja Alam ",maharaja yang
bertuah diantara sesama raja-raja oleh raja raja dikerajaan
Indrapura,Indragiri dan Pucuk Jambi sembilan Lurah,Raja Minangkabau
bergelar " Maharajo" disetarafkan dengan Sultan Turki dan Raja Cina yang
pada masa itu sangat magat dan megah.
oleh karena silsilah raja raja tiada tersusun,maka sejarah terhadap ini
mulai berkisah dengan akhir abad ke 13,tatkala 11 tahun sesudah tahun
saka 1197 atau tahun saka 1295 Mauliwarmadewa menjadi Raja Darmasyraya
di siguntur,jantung kerajaan Melayu
Berdasarkan uraian dan dokumentasi yang dikemukan ini jelaslah kerajaan
Minangkabau yang mula mula didirikan oleh Dapunta Hyang yang turun dari
Gunung Merapi sebagai Parhyangan berpusat di Pulau Punjung/Sungai
Dareh,suatu tempat yang disebut " Minanga Kabwa" yang identik dengan
tempat pemberangkatan yang dinamakan " Minanga tamwan"
***********************************************************************************
Pembahasan berikutnya akan kita bahas dilain kesempatan...!!!
( Diadaptasi dari Buku Menyigi Tambo Alam Minangkabau oleh Drs.Mid Jamal-1985 )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar